Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kesaksian Warga Lihat Kepulan Asap Erupsi Gunung Anak Krakatau

Seorang warga Desa Kunjir, Lampung, menceritakan pengalamannya melihat kepulan asap tebal membubung akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) beberapa hari belakangan.

Warga bernama Yuli itu bercerita, kepulan asap tebal akibat erupsi terlihat jelas dari bibir pantai di Desa Kunjir pada Kamis (3/2) sore sekitar pukul 15.30 WIB hingga menjelang maghrib, juga Jumat (4/2) pagi.

"Kalau hari Kamis sore kemarin sampai Jumat pagi, memang kelihatan jelas kepulan asap tebalnya dan warga banyak yang melihatnya,"

Kini, kepulan asap itu sudah tak terlihat terlalu jelas seperti pada Kamis lalu. Aktivitas warga di desa yang terkena dampak paling parah pada tsunami 2018 itu kini berjalan seperti biasa dan tak ada kekhawatiran.

"Aktivitas warga ya tetap biasa saja kok dan Alhamdulillah warga tidak khawatir," katanya.

Menurutnya, jika memang terjadi sesuatu di GAK, warga tentu akan mendapatkan informasi dari petugas Pos Pantau di Desa Hargo Pancuran yang diteruskan ke pamong desa.

"Kalau memang intensitas GAK ini berbahaya, warga pasti diberi tahu oleh petugas dan pamong desa. Pemberitahuan itu disiarkan atau diumumkan di masjid atau musala," tutur Yuli.

Terpisah, Kepala Pos Pantau GAK Desa Hargo Pancuran, Andi Suardi, mengatakan kepada CNNIndonesia.com bahwa GAK memang mengalami erupsi beberapa kali selama tiga hari belakangan.

Menurutnya, GAK masih berpotensi erupsi. Potensi bahaya dari aktivitas GAK saat ini dapat berupa lontaran lava pijar, material piroklastik, dan aliran lava.

"Hujan abu lebat secara umum berpotensi di sekitar kawah dalam radius 2 km dari kawah aktif. Hujan abu yang lebih tipis dapat menjangkau area lebih luas dan itu bergantung pada arah serta kecepatan angin," ucap Andi.

Andi mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi rekomendasi PVMBG dan tak terpancing serta meneruskan berita-berita tidak benar (hoaks) yang tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas GAK.

"Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tetap mengikuti arahan dari instansi yang berwenang," katanya.